Kamis, 20 Oktober 2011

makalah nitrogen


MAKALAH NITROGEN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata  kuliah anorganik 1







Kelompok 4  yang beranggotakan:

Iim Imas  (1209208045)





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2010
Kata Pengantar


Pertama-tama kami ucapkan puji dan syukur kepada Allah Swt, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Tak lupa sholawat dan salam kami limpahkan kepada Nabi Muhammmad SAW, pada para sahabatnya, keluarganya sampai kepada kita umat-Nya.
Alhamdulillah makalah yang kami buat ini berjudul Nitrogen. Makalh ini dibuat sebagai salah satu tugas dalam mata kuliah Kimia Anorganik 1.
Makalah ini tersusun tak lepas  dari bimbingan Ibu Ida Farida Ch M.Pd. Oleh karena itu kami menyucapkan terima kasih atas bimbingan beliau. 
Kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami berharap kritik dan saran membangun dari semua pihak guna sempurnanya makalah ini.
Akhirnya kami berharap mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi dunia pendidikan. Amin





Bandung,     Desember 2010


                                                                   Penyusun





DAFTAR ISI


Kata Pengantar….…………………………………………………………………i
Daftar Isi  ………………………………………………………………………...ii
Bab I   Pendahuluan………………………………………………………………1
1.1. Latar Belakang ……………………………………………………...…1
1.2.Rumusan Masalah………………………………………………….......1
1.3. Tujuan………………… ………………………………………………2
Bab II  Pembahasan……………………………………………………………….3
2.1. Sejarah Nitrogen……………………………………………………….3
2.2. Sifat Fisis dan Sifat Kimia…………………………………………….3
2.3. Fiksasi Nitrogen……………………………………………………….5
2.4. Senyawa-senyawa Nitrogen…………………………………………..6
2.5. Kelimpahan Nitrogen………………………………………………...12
2.6. Kegunaan dan Bahaya………………………………………………..12
Bab III            Penutupan………………………………………………………………14
3.1. Kesimpulan…………………………………………………………..14
3.2. Kritik dan Saran……………………………………………………...14
Daftar Pustaka………………………………………………………………….iii











BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari – hari kita banyak menafaatkan unsur logam dan nonlogam untuk keperluan transportasi, industri, dan bangunan. Penggunaan logam dan nonlogam makin meningkat seiring dengan perkembangan ilmu, teknologi, dan industri
Dari 109 unsur yang telah di temukan, ada 92 unsur yang terdapat di alam dan 70 unsur diantaranya adakah logam. Hanya sebagian saja dari logam – logam ini yang dimanfaatkan oleh manusia secara meluas. Alam Indonesia kaya akan bijih logam yang ada dalam prut bumi Indonesia. Untuk itu, anda harus mengetahui ilmu dan teknologi untuk mengolahnya.
Logam di alam pada umumnya terdapat dalam bentuk senyawa, bukan unsur bebas. Senyawa logam terdapat dalam berbagai batuan dalam kerak bumi. Batuan yang mengandung senyawa logam dalam kadar tinggi disebut Bijih. Senyawa logam yang dikandung bijih disebut mineral.
Dalam makalah ini kami akan membahas tentang unsur non-logam nitrogen.
Nitrogen aalah salah satu unsur golongan V A yang merupakan unsur nonlogam dan gas yang paling banyak di atmosfir bumi. Nitrogen terdapat dalam bentuk unsur bebas di udara (78% volume), sebagai ammonia yang berasal dari senyawa – senyawa nitrogen, serta dalam beberapa mineral, seperti kalium nitrat. Nitrogen merupakan unsur yang relatif stabil, tetapi membentuk isotop – isotop yang 4 diantaranya bersifat radioaktif.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sejarah penemuan nitrogen?
2.      Apa saja sifat kimia dan sifat fisika dari unsir nitrogen?
3.      Bagaimana cara pembuatannya?
4.      Apa manfaat dan bahaya dari  unsur nitrogen?

1.3  Tujuan
Untuk mengetahui tentang pengertian unsur nitrogen dan keguanaan serta bahaya nitrogen dalam kehidupan sehari – hari.


























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 SEJARAH NITROGEN
            Pada tahun 1772, Hanry Cavendish ( 1731 – 1810 ) mengemukakan bahwa komponen penyusun udara terbanyak adalah mephitic air. Dua tahun kemudian joseph priestley ( 1773 – 1804 ) menemuka komponen udara lain, yaitu apa yang disebutnya vital air.
            Penemuan kedua ilmuan inggris di atas mendorong Antoine lourent Lavoisier ( 1743-1794 ) di prancis untuk melakukan eksperimen. Lavoisier memanaskan merkuri (raksa) dalam tabung tertutup . Ternyata merkuri bersenyawadengan seperlima bagian udara, membentuk suatu serbuk merah (yg sekarang di sebut merkuri oksida). Empat perlima bagian sisa udara tetap berupa gas. Lavoisier mengamati bahwa dalam gas sisa itu lilin tak dapat menyala serta tikus tak dapat hidup lama.
            Maka, lavoisier menyimpulkan bahwa udara tersusun dari dua jenis gas. Jenis gas yang pertama sangatberguna bagi kehidupan dan pembakaran dan jumlahnya meliputi seperlima bagian udara. Inilah vital air yang di kemukakan oleh Priestley. Gas Vital air ini oleh Lavoisier diberi namaoksigen.
            Adapun jenis gas yang kedua, yang meliputi empat perlima bagian udara,merupakan gas mephitik air yang ditemukan ole( h cavendish. Lavoisier sendiri memberi nama azote (dalam bahasa yunani) yang berarti” tiada kehidupan ”. Kemudian abad ke -19,nama azote diganti menjadi nitrogen yang artinya pembentuk ”niter”. Niter adalah nama lama untuk kalium nitrat, KNO3, suatu zat yang sejak zaman purba dipakai sebagai zat pengawet

2.2 SIFAT FISIS DAN SIFAT KIMIA NITROGEN
Nitrogen adalah zat komponen penyusun utama atmasfer bumi. Udara terdiri atas 78% volume nitrogen (N2). Nitrogen adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Nitrogen dalam deret kimia termasuk kedalam  nonmetals, termasuk golongan VA, periode 2, dan blok p. Penampilanya berupa colorless.
Memiliki massa atom 14,0067 g/mol dengan massa atom 7( 1s2 2s2  3s3). Selain itu adapun ciri fisik dari nitrogen seperti berfasa gas, bermassa jenis 1,251 g/L, titik leburnya 63,15 K, titik didih 77,36, titik kritisnya 126,21 K. Nitrogen cair mendidih pada -196 ­­0c, dan membeku pada -2100C. Sruktur dari gas nitrogen adalah berupa Kristal hexagonal. Kelektronegatifan gas nitrogen menduduki peringkat ke-3 setelah flour dan oksigen. Gas nitrogen termasuk kedalam gas yang inert ( tidak reaktif ). Hal ini disebabkan oleh besarnya energi ikatan antara ikatan rangkap tiga N      N, nitrogen digunakan sebagai atmosfer inert untuk suatu proses / sistem yang terganggu oleh oksigen, misalnya dalam industri elektronika dan juga Bilangan okdidasi nitrogen bervariasi dari -3 sampai +5, sebagaimana dapat dilihat dari tabel berikut ini :
Bilangan oksidasi
Contoh senyawa
-3
NH3 ( amoniak )
-2
NH4+ ( Ion amonium )
-1
NH2OH  ( Hidroksilamin )
0
N2 ( gas nitrogen )
+1
N2O( dinitrogen monoksida)
+2
NO(Nitrogen oksida)
+2
N2O3( nitrogen trioksida )
+3
HNO2( asam nitrit )
+4
NO2  nitrogen dioksida )
N2O4( dinitrogen terra oksida )
+5
N2O5 (nitrogen pentaoksida )
HNO3 ( asam nitrat )

            Banyak senyawa nitrogen yang memiliki entalpi pembentukan yang positiv. Reaksi – reaksi gas nitrogen harus berlangsung dalam kondisi khusus, misalnya suhu dan tkanan tinggi, dibantu oleh suatu katalis dengan menggunakan energi listrik, atau diuraikan oleh mikroorganisme tertentu. Proses pengubahan nirogen menjadi senyawa –senyawa yang dikenal sebagai proses fiksasi nitrogen. Ketika kita bernapas, gas nitrogen bersama udara masuk dan keluar paru-paru tanpa mengalami perubahan sedikitpun. Meskipun setiap saat kita senantiasa berenang dalam lautan nitrogen, tubuh kta tidak dapat mengambil nitrogen secara langsung dari udara. Nitrogen dalam yubuh kita berasal dari makanan yang kita makan , bukan dari udara yang kita irup.
2.3  Fiksasi Nitrogen
Nitrogen yang terkombinasi secara kimia disebut nitrogen ” berfiksasi ”. Semua proses yang mengubah N2  menjadi senyawanya disebut fiksasi nitrogen. Nitrogen adalah salah satu unsure essensil dalam makhluk hidup
Nitrogen sangat penting bagi semua makhluk hidup. Namun, hewan, manusia dan sebagian besar tanaman hanya dapat menggunakan nitrogen terfiksasi. Makhluk hidup ini tidak dafat dipergunakan langsung di alam dan secara langsung nitrogn dari udara untuk kebutuhan metabolisme.
Oval: Nitrogen atmosferFiksasi nitrogen dapat terjadi secara alamiah melslui siklus nitrogen di alam atau fiksasi nitrogen buatan. Siklus nitrogen yang terdapat dialam adalah sebagai berikut :


                                                                                                        
                           Bakteri (6)       
Oval:     Protein nabati dan hewani                                                     (1a)Loncatan listrik      (1) Bakteri
Oval: Nitrat                                                          
                                                                (5) Tanaman









 

                                        (4) Bakteri                                      (2)   Peluruhan






Oval: Amonia

Oval: Nitrit

 

                                                                        
                        (3) bakteri

                                                     Gambar.  Bagan siklus Nitrogen
           
Bagan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Proses alam yang mengubah nitrogen yang tidak reaktif menjadi senyawa-senyawa nitrogen yang lain adalah dengan cara :
·         Bakteri (1) yang tinggal di sebagai parasit yang terdapat pada akar tumbuhan golongan leguminosa dapat memfiksasi nitrogen atmosfer secara langsung untuk diubah menjadi protein nabati.
·         Proses alami pembentukan nitrogen terfiksasi dapat juga terjadiakibat loncatan listrik dari petir (1a) yang mengakibatkan nitrogen dan oksigen yang terkena petir bereaksi membentuk  nitrogen monoksida, NO. Dengan reaksi  N2 (g)   + O2 (g)                    2NO (g). Gas NO selanjutnya bereaksi dengan O2 Menjadi :
·         NO2 : 3NO (g) + O2                     2NO2(g). Gas NO2 yang terjadi akan larut dalam air hujan membentuk asam nitrit : NO2 (g)  +  H2O                     HNO3 (aq).  
·         Proses persakan atau (2) protein hewani dan nabati mengakibatkan pembentukan ammonia. Perusakan atau peluruhan ini terjadi akibat sekresi dan ekresi hewan yang mengkonsumsi protein nabati.
·         Aksi bakteri (3) dan (4) berturut-turut mengubah amonia menjadi nitrat.
·         Nitrat diperlukan oleh tanaman (5) untuk membentuk protein.
Bakteria denitrifikasi (6) peluruhan tertentu mampu menguraikan nitrat menjadi unsure nitrogen, yang kembali ke atmosfir.

2.4 Senyawa – senyawa nitrogen
                 Senyawa-senyawa nitrogen diantaranya:
1.      Amonia  
   Amonia adalah gas yang mudah mencair, titik didihnya -33,4 0C dan membeku pada -77,70C. Amonia sangat mudah dikenali karena baunya yang sangat khas. Keberadannya di udara dapat terdeteksi pada kadar 50 – 60 PPM.pada kadar 100 – 200 ppm, amoniak menyeba:bkan iritasi mata dan masuk ke paru-paru. Pada konsentrasi tinggi uap ammonia mengakibatkan pary-paru dipenuhi dengan air dan dengan cepat menimbulkan kematian, bila tidak segera diberi pertolongan.
                 Amonia sangat mudah larut dalam air.  Larutan amonia bersifat basa lemah sesuai dengan reaksi sebagai berikut :
NH3 (aq)   +  H2O              N2H(aq)   +   H2O(aq)             Kb = 1,8 x 10-5
Asam kuat mengubah ammonia menjadi ion ammonium , contohnya:
NH3 (aq)   +  HCI (aq)                 NH4Cl (aq)   +   H2O (aq),  atau
NH3 (aq)    +  H3O+ (aq)                NH4+ (aq)     +  H2O  
                 Penggunaan terpenting ammonia adalah sebagai induk untuk pembuatan senyawa nitrogen yang lain, seperti asam nitrat (HNO3), dan ammonium klorida               ( NH4Cl). Dan pembuatan pupuk , terutama pupuk urea, CO(NH2)2, pupuk ammonium nitrat NH4NO3 dan pupuk ZA, (NH4)2SO4.
Selain itu ammonia digunakan sebagai pendingin dalam pabrik es. Karenaamonia mudah mencair bila di kompresikan dan menguap kembali bila diekspansikan. Amonia juga sering digunakan sebagai pelarut karena kepolaran ammonia cair hamper sama dengan kepolaran air. Amonia caur dapat melarutkan logam golongan VA dan IIA. Larutan yang dihasilkan berwarna biru, karena terjadi amoniasi electron. Amoniasi adalah molekul zat terlarut dikelilingi ammonia cair. Hal ini serupa dengan terhidrasinya suatu kation oleh air. Contohnya:
2 Na+ (am)   +  2e- (am)  +  2NH3 (I)               H2 (g) +  2NaH2 (am)
Pada reaksi di atas , symbol (am) untuk menunjukan spesi yang teramoniasi. Ion amida, Sedangkan ion NH4+ dalam ammonia cairbersifat asam, analog dengan ion H3O+ dalam air. Oleh karena itu, reaksi netralisasi dalam ammonia cair adalah:
NH4+ (am)   +  NH2- (am)               NH3 (I)
Berdasarkan reaksi di atas Nh4Cl dapat dititrasi menggunakan KNH2 dalam amonia cair, sama halnya dengan mentitrasi HCl dengan KOH dalam pelarut air dan indikstor fenoptalein dapat digunakan untuk menentukan titik akhir titrasi.
a.       Pembuatan ammonia
           Pembuatan ammonia dengan proses Haber-bosch merupakan suatu proses yang sangat pentingbdalam dunia industri, mengingatkebutuhan ammonia sebagai bahan dasar utama dalam pembuatan berbagai produk, misalnya pupuk urea, asam nitrat, dan senyawa nitrogen lainnya. Adapun reaksi proses Haber-bosch yaitu:

N2(g)  +  3H2 (g)                2 NH3 (g)SO4-
            Untuk memberikan hasil yang optimal, reaksi tersebut berlangsung pada suhu 450oC – 500oC. Agar proses kesetimbangan cepat selesai, digunakan katalisator besi yang dicampur  dengan Al2O3, MgO, GaO, dan K2O, untuk menggeser reaksi ke arah zat produk ( kekanan ), tekanan yang digunakan harus tinggi. Tekanan 200 atm akan memberikan hasil NH3 15%, tekanan, 350 atm menghasilkan NH3 30 % dan tekanan 1000 atm akan mendapatkan NH3 40%.
            Selama proses berlangsung, untuk menghasilkan jumlah amonia sebanyak-banyaknya gas nitrogen dan hidrogen di tambahkan secara terus- menerus ke dalam sistem. Amonia yang terbentuk harus segera dipisahkan ari campuran, dengan cara mengembunkanya. Ini karena titik didih amonia jauh lebih tinggi dan titik didih nitrogen dan nitrogen.
  
b.      Garam-garam ammonium
           Garam-garam ammonium terbentuk dengan ion Cl-, No3-, SO4-, dan beberapa anion dari asam fosfat contohnya reaksi ammonia dengan asam menghasilkan garam ammonium : NH3 (aq)  + HCl (aq)             Nh4Cl (aq). Umumnya semua garam ammonium mudah larut dalam air dan berdisosiasi sempurna.
-          Amonium klorida                                   
            Penambahan basa kuat pada larutan ammonium klorida dapat membebaskan ammonia. Reaksinya: NH4Cl (aq)  +  OH-+ (aq)            NH3 (aq)  +  Cl- (aq)  +  H2O (l)
NH4Cl digunakan dalam pembuatan baterai sel kering dalam pembersih permukaan logam, dan sebagai pencair dalam pematrian logam.
Urea dibuatdari reaksi antara ammonia dengan CO2, dan reaksinya sbb:
2NH3  +  CO2       H2N – CO – NH2 + H2O
Reaksi ini berlangsung pada tekanan 200 atm dan suhu 185 0C. Urea dalam bentuk padat mudah ditaburkan dalam lahan pertanian. Dalam tanah , air akan bereaksi dengan urea membebaskan ammonia.
-          Amonium nitrat
Amonium nitrat dibuat dari reaksi antara ammonia dengan asam nitrat, reaksinya adalah:
NH3  +  HNO3            NH4NO3
Ammonium nitrat digunakan sebagai pupuk yang mempunyai persentase N yang lebih tinggi disbanding ( NH4)2SO4. Namun ammonium nitrat tidak stabil terhadap panas, berbahaya untuk penerapan tertentu dan penting penggunaannya sebagai bahan peledak.  NH4NO3 (s)  + N2O (g)  +  2 H2O (g)
-          Amonium sulfat
(NH4)2SO4 merupakan pupuk padatan yang banyak digunakan. Senyawa ammonia yang digunakan sebagai pupuk adalah ammonium sulfat ( seperti NH4H2PO4). Dan (NH4)2HPO4). Keduanya merupakan pupuk yang baik karena menyediakan N dan P untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu keduanya juga digunakan sebagai penghambat kebakaran.
2.      Nitrida
            Nitrida adalah senyawa biner nitrogen ( biloks 3 ) dengan unsur – unsur selain hydrogen. Nitrida logam IA dan IIA merupakan senyawa dengan titik leleh yang tinggi, bersifat ionik dan nitrogen terdapat sebagai ion N3-. Nitrida logam dibuat melalui pemanasan pada suhu tinggi logam dengan amonia atau nitrogen. Contohnya:
3Mg (s)   +  2NH3 (g)    9000C               Mg3N2 (s)  +  3H­2 (g)
Ion nitrida N3- merupakan basa bronsted yang kuat, memberikan NH3 bereaksi dengan air.
            Nitrida no logam merupakan senyawa yang berikatan kovalen. Sifat-sifat senyawa itu berbeda-beda. Contohnya boron nitrida mempunyai titik leleh 30000C dan sangat inert. Rumus kimia boron menunjukan rumus empirisnya, bukan rumus molekulnya. Strukturnya digambarkan sebagai berikut:
  Sebaliknya , nitrida karbonyaitu sianogen mempunyai rumus molekul (CN)2. Senyawa ini membentuk gas dan sangat beracun. Nitrida sukfur mempunyai rumus molekul S4N4 meleleh pada 1780C, tetapi dapat meledak bila dipanaskan terlalu cepat.
3.      Hidrazin, hidrosiklamin dan azida
            Hidrazin merupakan cairan tak berwarna yang beracun, mendidih pada 113,5 0 C dan bersifat bassa yang lebih lemah dari pada amunia. Bilangan oksidasi N pada hidrazin adalah -2 hidrazin dibuat secara komersial melalui proses rasching, yaitu oksidasi amonia oleh natrium hipoklorit.
2NH3(aq)+NaOCl(aq)         N2H4(aq)+NaCl(aq)+H2O
Hidrazin cair digunakan sebagai bahan bakar roket.untuk keperluan ini  cair dicampur dengan 1,1 dimetilhidrazin,suatu bahan yang dapat terbakar sendiri bila di campur dengan hidrogen peroksida atau oksigen dari tangki oksigen cair.reaksi berlangsung sangat eksotermik, yaitu sebagai berikut:
N2H4(l)+O2(l)        N2(g)+2H2O(g)     ΔH0 = -621,3 kj
            Hidroksilamin HONH2 berupa padatan putih meleleh pada 3500C bersifat bassa dengan Kb = 6,6 x 10-9 pada 25o C. Bilangan oksidasi N pada hidroksi lamin adalah -1.
Asam dirozoik mengandung N dengan biloks -1/3 dalam keadaan murni. Berupa cairan tak berwarna yang sangat mudah meledak bersifat asam lemah. Ionazid berbentuk linear dan simetris, berdasarkar teori ikatan palensi bentuk struktur resoninsasinya sebagai berikut:
            Ionazid dalam pelarut air memberlakukan seperti ion halida,karena itu sering di sebut psudohalida. Diketahui ada beberapa garam yang di sebit sebagai azida. Azida dari logam berat seperti timbal azida meledak bila terbentur dengan keras, karenanya di gunakan sebagai tutup detonantor dan peralatan yang di rancang  untuk melendakan material lain.seperti bubuk mesium.
Azid dari logam 1 A tidak mudah meledak
4.      Asam Okso dan oksida nitrogen
A.    Asam nitrat, dinitrogen penoksida dan ionitra
Senyawa dengan bilangan oksidasi nitrogen tertinggi +5  adalah asam nitra,di nitrogen pentoksida dan ionitrat.

B.     Oksida nitrogen lainnya
Di nitrogen oksida N2 O dapat di buat melalui reaksi penguraian amuniam nitrat. Penggunaan utamanya adalah sebagai anestesis.
Nitrogen oksida. Metode labolatorium untuk membuat NO melibatkan reaksi Cu dengan HNO encer dingin. Secara komersial NO di produksi melalui Oksidasi katalitik oksidasi MI menghasilkan tahap pertama pengubahan NH3 menjadi senyawa nitrogen lainnya.
Nitrogen dioksida dapat di buat melalui reaksi CU dengan HNO pekat panas.. tetapi sering kali NO berwarna cokelat yang di amati dalam suatu reaksi yang melibatkan HNO memberikan hasil reaksi NO yang tidak berwarna. NO segera di oksidasi menjadi NO2 diudara.

2.5 Kelimpahan
  Nitrogen terdapat di alam sebagai unsur bebas berupa molekul diatomik (N2) kira-kira 78,09% volume atmosfer.
   Dijumpai dalam mineral penting seperti  KNO3 dan sendawa Chili NaNO3 .
  Pada tumbuhuan dan hewan, nitrogen berupa bentuk protein yang komposisi rataratanya
51% C; 25% O; 16% N; 7% H; 0,4%P; dan 0,4% S.

2.6 Kegunaan dan Bahaya
            Adapun kegunaan dari senyawa-senyawa nitrogen diantaranya:
  Dalam bentuk amonia niotrogen , digunakan sebagai  ahan pupuk, obat-obatan, asam nitrat, urea, hidrasin, amin, dan pendingin.
  Asam nitrat digunakan dalam pembuatan zat pewarna dan bahan peledak.
  Nitrogen sering digunakan jika diperlukan lingkungan yang inert, misalnya dalam bola lampu listrik untuk mencegah evaporasi filamen
  Sedangkan nitrogen cair banyak digunakan sebagai refrigerant (pendingin) yang sangat efektif karena relatif murah
  Banyak digunakan oleh laboratorium-laboratorium medis dan laboratoriumlaboratorium penelitian sebagai pengawet bahan-bahan preservatif untuk jangka waktu yang sangat lama, misalnya pada bank sperma, bank penyimpanan organ-organ tubuh manusia, bank darah.
     Selain kegunaan dari senyawa nitrogen adapula bahaya dari senyawa-senyawa nitrogen diantarany:
  Jika oksida nitrat (N2O) mencapai stratosfer, ia membantu merusak lapisan ozon, sehingga menghasilkan tingkat radiasi UV yang lebih tinggi dan risiko kanker kulit serta katarak yang meningkat.
  Nitrogen oksida (N2O) terlarut dalam air atmosferik membentuk hujan asam, yang mengkorosi batuan dan barang logam dan merusak bangunan-bangunan
  Nitrogen oksida (N2O) berkontribusi bagi pemanasan global.Walaupun konsentrasi oksida nitrat di atmosfer sangat rendah dibanding karbon dioksida, potensi pemanasan global oksida nitrat adalah sekitar 300 kali lebih besar.
  Kelebihan nitrogen di perairan menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam air sehingga menyebabkan kepunahan kehidupan di perairan.













BAB III
PENUTUPAN

1.      Simpulan
          Nitrogen adalah komponen penyusun utama atmosfer bumi. Udara terdiri atas 78% volume nitrogen. Nitrogen adalah gas yang tidak berwarna , tidak berbau, dan tidak berasa. Gas nitrogen termasuk gas yang inert hal ini disebabkan oleh besarnya energi ikatan antara ikatan rangkap tiga. Oleh karena sifatnya yang kurang reaktif, nitrogen digunakan sebagai atmosfer inert untuk suatu proses/sistem yang terganggu oleh oksigen, misalnya dalam industri elektronika. Adapun senyawa-senyawa nitrogen diantaranyayaitu nitrida, Hidrazin, Hidroksilamin, azida serta asam okso dan oksida nitrogen.

2.    Saran dan kritik
          Dalam pembuatan makalah ini mungkin masih dalam tahap penyempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik para pembaca sangat kami harapkan untuk melengkapi kesempurnaan makalah ini.    














DAFTAR PUSTAKA

-          Farida,ida. Kimia anorganik I program studi pendidikan kimia fakultas tarbiyah dan keguruan . Universitas UIN sunan Gunung Djati bandung.
-          Anshryirfan. Penuntun belajar kimia.januari 1988.ganeca axact bandung.
-          www.google chemistry nitrogen






















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar